Anak Pembuat Masalah

24 Nov 2013

4c476db50377de141ee568989a13f91b_cool-cartoon-6873649

Kayaknya ekstrim banget judulnya, tapi tenang ini jadi bahan belajar khusus buat gue kelak menuju status Emak

Adegan :

Seorang ayah baru pulang kantor, disambut oleh anaknya karena si ayah beli permen pesanannya. Si ibu yang melihat permen yang diberikan langsung main semprot karena merasa permen gak baik untuk anak kemudian si anak menjelaskan bla..bla …bla sebelum pertengkaran dilanjutkan (Pernah melihat adegan ini?….)

Dari adegan itu, gue pertama kali merasa kasian sama si anak, sumber pertengkaran berawal karena permen pesanan. Kemudian cara berpikir ortunya yang ternyata setelah adegan seterusnya lebih bijak anaknya. Tapi ini sih cuman adegan…hanya fiksi belaka, gak tau deh klo ada di dunia nyata, selama ini gue gak pernah temui.

Sumber Masalah

Yang ada di dunia nyata ituhh dan sering gue temui adalah ortu yang menganggap anak sebagai masalah.

” Anak gue gak bisa diam, nakal banget” Nakal dalam artian apa? anaknya aktif, suka mencari tau?..itu rasanya bukan nakal karena itu adalah sifat manusiawi seorang anak untuk mencari tau

” Udah deh, jangan banyak anak, nanti susah lohhh…” susah dalam hal apa? gue percaya setiap anak adalah rezeki dan anugrah

Anak adalah pembawa masalah ataukah perkataan kita yang menciptakan “monster”

Percaya gak, setiap perkataan adalah doa, setiap doa akan dikabulkan cepat atau lambat.

Bila kita sering mengatakan “Anak Nakal”, “Anak Bengal”, ” Susah diatur” maka apa yang terjadi anak makin menjadi-jadi, karena kita menciptakan mereka untuk menjadi seperti perkataan kita.

Jadi siapakah yang menjadi sumber masalah, si Anak ataukah Orang Dewasa yang menciptakannya?

Seorang Monster tidak diciptakan dari suatu perkataan cinta kasih tapi dari perkataan kebencian yang setiap hari tertanam dalam pendengaran dan otaknya.

So jadi menakutkan bila ternyata tanpa sadar kita adalah para pencipta monster disekitar.

Semoga tidak, mari menebar cinta kasih dari dalam rumah kita, perkataan yang baik akan menciptakan hal yang baik.

—— Intermezo ——

Sudah pada nonton The Heirs belum (klo blom kasian banget yak, ups sorry), nah di Drakor ini ada loh contoh anak yang punya masalah :

Choi Young Do

Si Choi Young Do ini, suka banget ng-Bully teman sekolahnya, anak yang lemah, yang strata sosialnya dibawah dia pasti menjadi bahan yang empuk untuk di Bully. Ternyata penyebab kenapa tercipta karakter tersebut karena dari sosok ayah yang keras, setiap masalah menjadikan Young Do sebagai sumbernya

Seorang anak adalah kertas putih, kita orang dewasa yang akan membentuk kertas itu, akankah menjadi karya indah ataukah akan buram, teracak dan berakhir menjadi tak berguna


TAGS emosi anak sinetron pendidikan korea hiburan positif parental parenting


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post